HASIL TERKINI COBLOSAN PRESIDEN 17 APRIL 2019

  • 17 Apr 2019
  • 15 700
  •  78
Komentar

  1. Dadang saputra Saputra

    Dadang saputra Saputra5 bulan yang lalu

    01lnjut 2periode..slm dr korea

  2. Lemuel M Ds Alves Guterres

    Lemuel M Ds Alves Guterres5 bulan yang lalu

    Nmr1 yes TIMOR LESTE Dukung Bapa Joko Widodo 💙💙

  3. andar komeng

    andar komeng5 bulan yang lalu

    A1: *Sandi Tak Ikut Deklarasi Karena Diusir Wowo* Sumber: Seword.com Pilpres 2019 ini masih punya kesamaan dengan Pilpres 2014. Sama-sama ada klaim kemenangan dari Wowo, sama-sama ada sujud syukur berjamaah atas kemenangan yang sebenarnya hoax. Bedanya, kemarin Sandi tidak ikut deklarasi kemenangan dan sujud syukur bersama Wowo. Erwin bilang Sandi sedang sakit, cegukan dari jam 10 pagi, sehingga tidak bisa mendampingi Wowo. Sementara Ferdinan kancut merah menyebut Sandi sedang menemui ulama dan purnawirawan. Dua kali Wowo beri keterangan dan klaim kemenangan, dua kali pula Sandi tidak ikut mendampingi. Dua alasan dari Erwin ataupun Ferdinan kancut merah terdengar tidak masuk akal. Karena bagaimanapun, klaim atau deklarasi kemenangan harus dilakukan bersama-sama. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Menurut informan Seword yang kemarin hadir di Kartanegara, ada insiden pengusiran. Sandi diusir oleh Wowo karena memberi saran untuk tidak melakukan deklarasi apapun sebelum putusan resmi KPU. Saran ini dimaksudkan untuk menjaga etika politik, agar cerita kekalahan 2014 tidak terulang di 2019. Mendengar saran Sandi, Wowo pun langsung naik pitam dan marah-marah. Gebrak meja lagi. “Apa alasan anda?!” tanya Wowo dengan suara meninggi. Sandipun mengingatkan tentang pentingnya etika politik. “Silahkan anda keluar dari koalisi ini,” jawab Wowo. Sementara Sandi masih diam seribu bahasa, menenangkan suasana. “Artinya sodara secara tidak langsung mendukung pasangan “bajingan” menang,” ucap Wowo lagi. “Saya lebih baik kehilangan nyawa dibanding kehilangan harga diri, klaim menang taunya yang dilantik oran lain,” jawab Sandi. Sandi sebenarnya sempat ingin menjawab, namun suasana sudah sangat panas. Presiden PKS dan beberapa orang ikut menenangkan dan membawa Sandi keluar. Sementara geng Wowo yang didampingi beberapa tokoh ormas radikal, tetap melakukan deklarasi kemenangan. Cerita ini sudah beredar di kalangan wartawan yang hadir di Kartanegara kemarin. Cerita ini juga juga pasti diketahui oleh orang-orang yang berada di atas panggung untuk mengklaim kemenangan. Namun pada akhirnya mereka tetap melanjutkan sandiwara ini. Maka jika kita melihat beberapa orang tidak hadir dalam deklarasi kemenangan, ya itu karena mereka tak mau menanggung malu untuk 5 tahun ke depan. Sebaliknya, para pendamping Wowo kemarin memang adalah orang-orang yang sebelumnya sudah sangat-sangat memalukan. Semula saya pikir Wowo ini hanya dipengaruhi oleh politisi busuk di sekelilingnya, yang membodoh-bodohinya lewat quick count abal-abal. Tapi nampaknya Wowo sendiri juga bodoh maksimal. Ya bayangkan, 2014 dia sudah dibodoh-bodohi, sekarang masih juga dibodoh-bodohi. Kayak keledai yang jatuh di lubang yang sama. Wowo nampaknya sangat frustasi dan ambisius ingin menang. Bukan hanya terlihat dari berkali-kali ikut Pilpres, tapi juga sudah dua kali mengklaim menang padahal kalah. Setelah dipecat dari militer, nampaknya tujuan hidup Wowo hanya berkuasa. Karena hanya dengan memegang kekuasaan itulah dia bisa memimpin TNI, institusi yang dulu memecatnya. Sementara Sandi, nampaknya dia sadar betul bahwa karir politiknya masih sangat panjang. Dia tentu tak ingin ditertawakan. Sebagai pengusaha dan kalangan terdidik, Sandi juga pasti tak mau melawan teori statistik. Sandi masih bisa kembali mengambil kursi Wagub DKI yang ditinggalkannya beberapa waktu lalu. Sandi juga masih punya kans yang sangat besar untuk maju di Pilpres 2024. Maka wajar kalau dia sangat hati-hati. Sekalipun Gerindra tak mau lagi mendukung Sandi di Jakarta maupun Pilpres 2024, tapi fakta menyebutkan bahwa Sandi adalah satu-satunya orang dengan elektabilitas tertinggi dibandingkan Wowo. Bahkan kalau Wowo harus melawan Sandi di 2024, Wowo pasti akan kalah lagi. Tapi walau bagaimanapun, ini hanya cerita dari kejadian yang cukup emosional dan spontan. Wowo mungkin sedang emosi, Sandi juga lagi emosi. Keduanya bisa rukun lagi dalam beberapa waktu ke depan, setelah Wowo bisa menerima kekalahan

  4. Ummi hafidzoh

    Ummi hafidzoh5 bulan yang lalu

    No 2 slalu

  5. rizka fatya fanti amelia

    rizka fatya fanti amelia5 bulan yang lalu

    belum tentu jokowi menang pendukung probowo yang di padang 95 persen aminnnnn

  6. PRAMONO PUTRO A.L.R

    PRAMONO PUTRO A.L.R5 bulan yang lalu

    Masak???

  7. uzumaki givano

    uzumaki givano5 bulan yang lalu

    01 menang.02 capres abadi sepanjang masa

  8. maria ngalam

    maria ngalam5 bulan yang lalu

    No 1 yeeesss. Pasti. Menang

  9. Hamzah Wadi

    Hamzah Wadi5 bulan yang lalu

    KEKALHAN ABADI

  10. Rere Putra

    Rere Putra5 bulan yang lalu

    02 CAPRES ABADI..... sepanjang sejarah INDONESIA

  11. Buble Cepot

    Buble Cepot5 bulan yang lalu

    02